Senin, 11 Juni 2012

cara pasang widget di blog

untuk teman-teman yang baru saja buat blog, dan pengen mempercantik blognya jangan risau dan jangan gundah ataupun galau, banyak situs. situs yang menyediakan widget-widget yang bisa kita pasang sendiri juga yang lain lainnya. salah satu situs yang aku tau ya ini
http://widgetindex.blogspot.com
itu itu banyak tuh dari mulai animasi welcome blog seperti gambar di sisi kanan eh kiri bawah yang aku pakai itu dari situ,


cara pasang nya gampang,
1.masuk ke blogger
2.klik desain trus cari tata letak
3. klik gadget, pilih HTML/Javascrift, udah itu copypaste link widget yang kalian mau di kotak yang kedua.
4. tinggal simpan deeehhh... tapi tapi tapi pratinjau dulu barangkali pengen di ganti atau di ubah lagi.


terus buat kalender yang ada di sisi kiri atas blog aku juga itu dari cutekie. kalian klik aza gambarnya otomatis ntar langsung ke situsnya. tinggal pilih-pilih deh, caranya kaya yang di atas tadi.


yang masih agak bingung petunnjuk-petunjuknya ada ko tinggal searching aja di pencarian. dari mulai cara bikin blog, cara mempercantik dan memperganteng blog, dan sebagainya..


selamat mencari dan selamat mencoba.. :)
selamat berpusing-pusing, (karena jujur awal nya ku pusiiiiiiing banggget)




*wink*

Minggu, 10 Juni 2012

BAYANGAN (judul sementara)

         berawal dari perkenalan yang tak terduga, aku dan noval bertemu di kedai kopi tak jauh dari rumahku. dia tak sengaja menumpahkan kopi ke tempat di mana aku duduk otomatis airnya menimpa bajuku, dia bilang maaf dan terus memandangi ku, karena aku risih melihatnya aku langsung pergi meninggalkan kedai itu pulang ke rumah, bayar dulu pastinya. abang kedai kopi itu sudah mengenalku lama, karena kedai itu sudah berada di sana ketika aku berumur 11 tahun sekarang aku berusia 18 tahun. setiap sore ketika aku ingin melepaskan penat dan lelah aku selalu datang ke sana. dan abang itu tau apa yang ingin aku pesan susu coklat hangat di malam hari dan susu coklat dingin di siang hari. aku juga selalu membawa teman-teman ku ketika sepulang sekolah, namanya ruri dan oliv. mereka teman ku dari semenjak masuk SMA walau kuliah kami terpencar, tapi rumah kami lumayan dekat, jadi tak menghalangi persahabatan kami.

     aku pulang ke rumah tapi tatapan orang itu terus membuntutiku seperti ada yang ingin dia smapaikan tapi dia hanya menunduk dan aku ppun pergi meninggalkan tempat itu...

              Kesokan harinya ketika aku akan pergi ke kampu tak ku duga dia ada di belakangku dan berkata
" hai, kamu mau  ke kampus ya?" tanyanya sopan
"iya aku mau ke kampus." jawabku singkat. tak ada yang dia tanya lagi, aku tak tau kenapa aku merasa sudah dekat dengannya tapi tahu namanya pun aku belum, hanya sapa menyapa seperti tadi, dan aku pun memberanikan diri untuk bertanya.
"kau sudah lama berada di komplek ini? soalnya aku baru melihatmu kemarin." tanyaku


"emmm iya,, ayahku baru pindah lusa kemarin ke sini, dan kebetulan kedai itu juga kedai milik teman ayahku. aku bekerja sampingan di sana, hanya pada sore sampai malam hari, pagi nya ya seperti ini, ke kampus." jawabnya panjang lebar sambil menatapku dalam. Aku benci bila di lihat seperti itu tapi anehnya ketika dia yang melihatku aku merasa biasa saja. ini aneh sangat aneh.
"oh iyya namaku Noval, Noval Ade Nugraha, namamu siapa?" tanya nya sambil menjulurkan tangannya.
"namaku Sima Nurohmah." jawabku singkat aku tak menjabat tanngannya tapi dia mengerti, dia pun menarik kembali tangannya dan menyakukan ke saku jaketnya, lalu tersenyum dan berisyarat untuk pergi duluan, aku mengiyakan.
          sesampainya di kampus aku bertemu dengan teman-temanku dan bercerita. seperti cerita-cerita wanita kebanyakan curhat dan mengadu.
"hei aku punya tetangga baru lho, kalian liat gak laki-laki yang ada di kedai kopi kemarin, nah dia itu tetangga baru aku tahu. cakep nyaa... dia mau gak ya jadi pacar aku hehehe." kata Rina teman ku yang sedikit centil tapi pintar dia aktif di organisasi kampus dan di nobatkan sebagai wanita terimut setelah aku (hehehe)
"oh iya aku tahu, cakep?? kamu bilang itu cakep, ah biasa aza, cakepan juga dude herloni dari pada itu." sanggah Sinta, temanku yang ini biasa saja hanya saja dia agak serewet dan over acting tapi kalau tak ada dia tak rame.
aku hanya terdiam dan tersenyum karena mereka bingung dengan sikapku mereka pun bertannya.
"eh kamu kenapa, senyum senyum bukannya respon atau appa gitu?" tanya rina
"engga, cuma pengen senyum aza." jawabku singkat.
"ah kamu tuh suka gitu, jangan-jangan kamu udah kenal sama dia. nama nya siapa? siapa namanya?" tanya sinta ppenasaran.
"emmm kasih tau gak ya, mmmm namanya noval." jawab ku singkat.
"HAH Kamu udah tau namanya dari mana?" sinta dan Rina kaget,
"tadi pagi aku gak sengaja ketemu. terus kenalan. eh aku ada jam kuliah nih aku tinggal dulu ya dadah." jawabku sambil pergi dari situ dan melambaikan tangan. rina dan sinta melanjutkan obrolan mereka, entah apa yang ssedang mereka obrolkan yang penting aku senang berteman dengan mereka.

      sesampainya di kelas. rupanya sudah ada dosen dan aku duduk di tempat favoritku kebetulan di sana tak ada yang menempati, di pinggir baris kedua dekat jendela. aku duduk di sana. tak lama kemudian ada seorang yang masuk, sebelum itu dia menghampiri dosen lalu Dosen itu mengisyaratkan agar laki-laki itu memperkenalkan diri dahulu, tapi laki-laki itu menolak dan dia hanya ingin langsung duduk. aku tak begitu memperhatikan tapi yang akun lihat, dia duduk di baris ketiga karena dia melewatiku tanpa aku lihat mukanya aku sempat menangkap dia berhenti sejenak di tempatku dan bergerak ke tempatnya. aku hanya diam dan melanjutkan memperhatikan kelompok yang sedang presentasi,sesekali melihat keluar jendela. 

Bersambung....



Dimana Ku Cari Kesunyian



Aku mencari kesunyian
Tapi ku temukan keramaian
Dimana harus ku cari
Ketenangan hati di saat  tiada yang mengerti

            Kesunyian tak berarti ingin keeramaian
Sunyi berarti damai
Ku cari kedamaian
Pada saat hati terlebur terurai

Tuhan…
Dimana harus ku cari kesunyian
Kesunyian hati tapi mengerti
Bukan keributan dan kegaduhan
Tak mengerti dan tak berarti

            Tuhan…
Dimana harus ku cari kesunyian
Saat qalbu gaduh meraung sendu
Tak ada setitik kecerahan

Kesunyian yang sangat berarti
Dimana harus ku cari kesunyian itu?
Seperti burung terbang yang bebas mencari  kedamaian
Lepas bebas tapi bersatu
Ku ingin seperti itu sahabat!










thanks to Mrs Nani Apriliani ^-^

Jumat, 08 Juni 2012

Sahabat

kau datang dengan senyum 
memberikan semangat padaku
seperti sinar matahari
yang menyinari tubuhku.
begitu hangat...

sahabat...
kau datang saat ku butuh
tapi terkadang aku masih merasa sendiri
dan kau selalu datang pada saat yang tepat

kau selalu berusaha mengertiku
walau aku sulit untuk di mengerti
kau berusaha membantuku
walau aku tahu kau enggan

kau juga seperti bintang di langit
walau bintang hanya bisa di lihat malam hari
tapi kau selalu di sana
benderang di malam yang gelap

sahabat apa kau tahu
aku selalu berdoa yang terbaik untukmu
dan berdoa agar kau selalu ada di dekatku
untuk menyemangatiku dan menasehatiku


Selasa, 05 Juni 2012

penantian yang berujung bahagia

saat ada yang kau tunggu
dengan rasa haru
saat ada yang kau tunggu
dengan rasa kasih


ternyata yang kau tunggu hanya asa semata
tak ada perasaannya untukmu
tapi dengan gamang nya kau berkata
"aku akan terus menunggu"


sampai pada akhirnya kau menyerah 
kau berjalan meninggalkannya
tertunduk dalam langkah
sampai saatnya kau akan berlari


ketika kau bersiap berlari tinggalkannya
tiba tiba tangan nya menggapaimu
tatapannya yang  berbeda dia pun mulai berkata
"jangan pernah menyerah hanya karena sikapku"


kau terdiam
tak tahu apa yng harus di lakukan
kau tersenyum dan mulai berisyarat
iya aku tak akn menyerah

Jumat, 27 April 2012

cerita rumit bag 2


(Esok harinya di tempat yang sama  Angel duduk di tempat yang sama pula. Mona menghampiri dan Duduk di situ.)
Mona               : “ketemu lagi.”(menyimpan tas di samping Angel)
Angel              : “iyya. Eh namamu siapa?”
Mona               : “Aku Mona, Kemarin ketemu baru kenalan sekarang.”(tersenyum)
Angel              : “ya lucu juga.”
(mereka terdiam untuk beberapa saat mereka sama-sama membaca buku dan tiba-tiba)
Bastian                        : “Mona!!!!”(dari belakang mengagetkan)
Mona               : “kau ini!! Ada apa! Kenapa! Bbissanya tuh ngagetin aza.”( sedikit marah)
Bastian                        : “Maaf, bukan maksudku. Eh dia siapa?”(melirik Angel)
Mona               : “Dia temenku, namanya….”
Angel              : “Aku Angel.”
Bastian                        : “Nice to meet you, aq Bastian.”
Angel              : “Ye wenhou Bastian.”
Bastian                        : “Oh kamu bisa bahasa mandarin tah??”(sedikit kagum)
Angel              : “Ya sedikit-sedikit.”
Bastian                        : “ngomong2 aku juga punya temen baru. Bentar ya.”
Mona               : “Paling-paling mau di kenalin ke Angel.”
Bastian                        : “hei Za, sini gabung.”(melambai ke seorang pemuda)
Reza                : “hai aku Reza.”
(reza melihat ke arah Mona)
Bastian                        : “ini Mona yang aku ceritain, dia agak jutek dan paling lupa nanyain nama.”
Mona               : “Hai aku Mona.”(melihat Kea rah Reza)
Reza                : “Bukannya kamu Lisa.”
Mona               : “Ya nama lengkapku Monalisa sri Rahayu.”
(mereka mengobrol dengan asiknya sampai tidak tahu waktudan marcel menghampiri mereka)
Marcel             : “Mona!!!”
Mona               : “Oh ya Marcel ini Angel, Angel ini Marcel.”
Angel              : “Salam kenal.”
Marcel             : “Salam kenal Juga.”
(Dalam perkenalan itu timbullah suatu rasa yang aneh, Reza menyukai Mona, Bastian dan Marchel menyukai Angel. Terjadilah perdebatan antara Bastian dan Merchel.
Di suatu siang di depan kelas Angel, Marcel menghampiri yang memang sejak tadi berdiri di depan kelasnya)
Marcel             : “Angel nanti ada waktu gak?”
Angel              : “kenapa? Ada apa?”
Marcel             : “nanti ke kantin bareng yuk.”
Angel              : “Y boleh, Tapi aku mau ada urusan dulu sama Bastian.”
Marcel             : “Udahlah, nanti-nanti juga bisa, ke kantinnya sekarang azza, aku traktir deh.”
Angel              : “Ya sudahlah ayuk.”
Marcel             : “angel, sebenernya dari pas kita ketemu, aku….”
(belum Marcel melanjutkan pembicaraan Bastian dating tiba-tiba)
Bastian                        : “Angel mau kemana kamu??”(menghampiri mereka berdua)
Angel              : “Kebetulan, ke kantin bareng yuk.”
Bastian                        : “wah kbtulan aku juga lagi lpar nih. Halo Marcel.”(dengan nada sinis)
Marchel           : (kenapa dia harus dating pada saat-saat seperti ini, dasar)
Angel              : “Kamu kenapa? Tadi mau bilang apa?”
Marcel             : “enggak, kita jalan aza.” (sedikit kesal)
Angel              : “ayyuk.”
(sebenarnya angel tau bahwa Marcel dan Bastian menyukainya tapi dia pura-pura tidak tahu dan membiarkan itu berlarut-larut sehingga persaingan mereka pun semakin panjang)
            (Di perpustakaan)
Mona               : “Mana ya buku yang ku simpan disini tadi? (mencari-cari buku)
Reza                : “ini bukumu, tadi jatuh di lantai.”(menyerahkan buku)
Mona                           : “Makasih.”(mengambil buku dari tangan reza, tapi agak tertahan karena reza terlalu erat memegang buku itu) “Ehm Reza my book.”
Reza                : “Eh sorry .”(melepas buku)
Mona               : “nevermind.” (tersenyum)
Reza                : “Mon aku… aku… ehm…”(terbata-bata)
Mona               : “Aku apa? Ada Pa?”
Reza                : “aku suka kamu.”
Mona               : “Hah?? Ko bisa?”(heran)
Reza                : “Aku juga gak tau.. yang penting aku suka kamu.”(serius)
Mona               : “Tapi maaf., aku gak bisa mendingan kita jadi tmen aza.”
Reza                : “di jawabnya nanti azza, gak perlu sekarang.”
                        ( keluar dan pergi)
Mona                           : “ eh kau……. Hhhhhhh”(menghela napas panjang dan setelah itu Mona termenung)

Bersambung...

Kamis, 19 April 2012

Cerita Rumit


hai..
semisalnya kalian mau atau berminat mengambil, jangan asal copas ya, minta izin dulu kalau bisa. terima kasih ;)



Cerita Rumit
 berawal dari hal yang kecil, Mona dulu yang sangat periang saat kejadian yang menyesakkan hatinya,, ketika orangtuanya mengalami kecelakaan dan dia pun ada di sana. Hanya Mona saja yang selamat. Tak mau dia terlarut dengan kesedihannya dia pun melanjutkan kehidupannya. Marchel sepupu Mona orang yang tak terlalu keras tapi tak lembut juga, tegas dia orangnya. Orang yang slalu menginginkan Mona tersenyum ceria terus mencari cara untuk membuat Mona tersenyum. Angel seorang gadis pindahan dari Jakarta dia manis, ramah dan gampang bergaul, tapi juga gampang marah. Lalu Bastian teman baik Mona dan juga orang yang selalu membuat Mona tersenyum di saat Mona sedang teringat orang tuanya. secara keseluruhan Bastian tinggi, baik, perhatian, tapi juga selalu ingin menang. Reza laki-laki cool tak banyak bicara dan selalu agak aneh, namun terlalu blak-blakkan mengatakan sesuatu.
Seperti biasa Mona duduk  terdiam di halaman kampus dimana tempat mahasiswa melepas kepenatan seusai belajar lumayan panas tapi menyejukkan. banyak tanaman, di tempat duduk dekat lapangan kampus, Mona duduk di sana seraya membaca buku dengan khusyuk lalu tiba-tiba Angel datang dan duduk di sampingnya, hampir membuat Mona kaget.

Angel              : “boleh aku duduk di sini?” (berdiri di samping Mona)
Mona               : “ya silahkan ini tempat umum kok.”
Angel              : “makasih.” (tersenyum)
Mona               :  (berhenti sejenak dan melihat Angel) “aku baru liat kamu disini?”
Angel              : “Ya, aku baru pindah kesini dan baru masuk juga.” (tersenyum)
Mona               : “Masuk jurusan Prancis ya?”(duduk menghadap Angel)
Angel              : “Bukan.”(tersenyum manis)
Mona               : “Loh itu bukumu yang kamu bawa?”( menunjuk Buku yNg di pegang Angel)
Angel              : “Oh ini, ini buku punya temanku.”
Mona               : “ooh…” (tersenyum sambil membuka halaman buku)
Angel              : “Eh aku ada yang ketinggalan di kelas, aku tinggal dulu ya.”
Mona               : “Ya silahkan.”(melihat Angel yang Pergi)
(saat angel pergi, datanglah Marchel  yang sejak tadi duduk di seberang taman dan berpapasan dengan Angel)
Marchel           : “Mona Mona, dari masuk kuliah sampe sekarang.kau terus aja di sini sendiri lagi.”(duduk di samping Mona)
Mona               : “My brother, kata siapa aku sendiri, nah sekarang kau ada di sini.”
Marchel           : “Yang tadi siapa?
Mona               : “yang tadi yang mana?”(muka Bingung)
Marchel           : “Yng barusan pergi itu loh.”
Mona               : “Oh dia temen baru aku.”(sambil buka buku)
Marchel           : “Namanya siapa.”
Mona               : “Aduh Lupa.”(setengah berteriak)
Marchel           : “Lupa? Apa yang lupa?”(kaget)
Mona               : “Lupa gak nanyain nama.”(garuk”jilbab)
Marchel           : “Ah kau ini, siapa ya namannya?”(penasaran)
Mona                           : “Ya udah kamu cari tau aja sendiri, kau kan laki”yang lumayan keren, jadi mungkin bisalah tau namanya. Aku mau pergi dulu dadah.”(berdiri dan pergi)
Marchel           : “KAu ini.” (melihat Mona dan tersenyum bahagia karena Mona sudah bisa mempunyai Teman)
(mona pergi dan meninggalkan Marchel sendiri, marchel pun pergi sesaat kemudian)
(di tempat yang berbeda Mona bertabrakan dengan Reza, buku yang di bawa Mona pun jatuh dan)
Reza                : “hei, jalan itu ati”dong.”(melihat Mona)
Mona               : “Maaf saya buru-buru.”(mengambil bukunya di lantai)
Reza                : “Ini Bukumu juga?”(menyerahkan buku ke Mona)
Mona               : “iya makasih, maaf ya aku buru2 permisi.”(setengah berlari)
Reza                : “Eh nama kamu siapa?”
Mona               : “Aku Lisa.”
(tanpa  berpikir panjang lagi Mona langsung pergi dan dia juga tidak menanyakan nama pemuda itu)
Mona               : “Nah lo, nama nya siapa ya? Ah udahlah ntar juga ketemu lagi mungkin.”

(berasmbung)